Daftar Isi
Keyword: Cara Kerja Perusahaan Desain Interior
Meta des:
Pernah merasa bingung saat ingin menggunakan jasa desain interior, tapi tidak tahu harus mulai dari mana? Banyak orang mengira prosesnya hanya sebatas menggambar ruangan dan memilih furnitur, padahal kenyataannya melibatkan tahapan teknis yang cukup kompleks. Jika tidak memahami alurnya, hasil akhir bisa jauh dari harapan.
Untuk itu, penting bagi Anda memahami cara kerja perusahaan desain interior dari awal hingga akhir. Dengan mengetahui prosesnya, Anda bisa lebih siap dalam mengambil keputusan, mengontrol jalannya proyek, dan memastikan hasil akhir sesuai harapan. Yuk, simak selengkapnya di artikel berikut ini!
Cara Kerja Perusahaan Desain Interior
Setiap perusahaan desain interior memiliki alur kerja yang sistematis untuk memastikan proyek berjalan efektif, efisien, dan sesuai harapan klien. Berikut ini cara kerja yang umumnya dilakukan oleh perusahaan desain interior profesional:
1. Pengenalan Alur Kerja
Tahap awal dimulai dengan sesi programming atau pertemuan pertama antara desainer dan klien. Pada sesi ini, desainer akan menggali informasi mendalam seputar kebutuhan, gaya hidup, preferensi estetika, serta anggaran yang tersedia. Hasil diskusi ini menjadi dasar perencanaan proyek agar seluruh tim memiliki pemahaman yang selaras.
2. Kunjungan Lokasi
Setelah kebutuhan klien dipahami, tim akan mengatur kunjungan langsung ke lokasi proyek. Di sini, mereka melakukan pengukuran ruang secara akurat, mengevaluasi kondisi bangunan, serta menganalisis potensi dan keterbatasan ruang yang ada. Informasi ini penting sebagai pijakan dalam menyusun solusi desain yang realistis dan sesuai kondisi aktual.
3. Membuat Konsep
Berdasarkan hasil kunjungan lapangan, desainer mulai merancang concept board berisi moodboard, palet warna, dan referensi material. Mereka juga menyusun bubble diagram dan sketsa awal tata letak (bubble layout) untuk menggambarkan alur ruang. Proses ini membantu klien memvisualisasikan suasana dan fungsi ruangan secara menyeluruh.
4. Presentasi Awal
Konsep desain kemudian dipresentasikan dalam bentuk moodboard, sketsa 2D, hingga render 3D sederhana. Klien dapat meninjau keseluruhan konsep, mulai dari tata letak furnitur hingga suasana pencahayaan, serta memberikan masukan untuk penyempurnaan. Proses ini memastikan desain berkembang sesuai harapan klien.
5. Pembayaran Awal
Setelah konsep disetujui, klien diminta melakukan pembayaran awal atau down payment (DP), biasanya sebesar 20-30% dari total biaya desain. DP ini menandai dimulainya kerja sama dan mendukung kebutuhan operasional awal.
6. Proses Desain
Desainer kemudian menyusun dokumen teknis yang lebih lengkap, mencakup gambar kerja seperti denah, tampak, potongan, serta spesifikasi material dan furnitur. Dokumen ini juga dilengkapi dengan jadwal pengerjaan dan spec sheet untuk setiap elemen, yang akan menjadi panduan teknis bagi kontraktor dan tim pelaksana di lapangan.
Baca juga: Biaya Bangun Rumah 2025 Estimasi dan Tips Hemat Anggaran
7. Presentasi Kedua
Setelah desain detail diselesaikan, tim akan mempresentasikan kembali hasil pengembangannya dalam bentuk render 3D beserta dokumen teknis pendukung. Anda dapat meninjau setiap sudut ruang secara lebih realistis dan melihat tekstur material, komposisi warna, hingga efek pencahayaan secara menyeluruh. Sesi ini juga menjadi kesempatan terakhir untuk menyampaikan revisi sebelum proyek masuk ke tahap produksi.
8. Pembuatan BOQ
Bill of Quantities (BOQ) disusun untuk merinci seluruh kebutuhan proyek, baik dari sisi material, jumlah, hingga estimasi biaya. BOQ memberikan gambaran yang transparan tentang anggaran proyek dan menjadi acuan penting dalam proses tender maupun negosiasi harga dengan kontraktor dan vendor.
9. Proses Pembangunan
Tahap pembangunan dimulai dari penyiapan area kerja, pekerjaan struktur dan sipil, instalasi mekanikal-elektrikal (ME), hingga pemasangan furnitur dan pekerjaan akhir (finishing). Desainer akan melakukan pengawasan berkala untuk memastikan pelaksanaan sesuai gambar kerja.
10. Serah Terima
Setelah seluruh pekerjaan selesai, tim akan mengundang Anda untuk melakukan walkthrough akhir guna memastikan semua elemen desain telah terpasang sesuai rencana. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari dimensi, hasil akhir (finishing), hingga fungsi instalasi.
Jika tidak ada kendala, Anda akan menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST) sebagai tanda bahwa proyek telah selesai secara resmi. Dokumen lengkap, seperti foto hasil akhir, gambar kerja revisi, dan garansi material, juga akan diserahkan.
Memahami cara kerja perusahaan desain interior secara menyeluruh sangat penting untuk memastikan hasil akhir benar-benar sesuai harapan. Prosesnya mencakup berbagai tahapan, mulai dari konsultasi awal, perumusan konsep, presentasi desain, hingga pembangunan dan serah terima.
Dapatkan Layanan Desain Profesional dari CJ Studio!
Jika Anda sedang mencari mitra desain interior berpengalaman dan terpercaya, CJ Studio adalah pilihan yang tepat. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun dalam menangani berbagai proyek hunian, kantor, hingga ruang komersial, CJ Studio dikenal dengan pendekatan kerja yang detail dan terstruktur.
Saat Anda menggunakan jasa CJ Studio, Anda akan mendapatkan paket layanan lengkap yang mencakup:
- Gambar 3D render sebanyak 3–6 view
- 3D visualisasi interior dan eksterior hingga 20–40 view
- Printout gambar teknis lengkap, termasuk:
- Gambar teknis Arsitektur
- Gambar teknis Struktur
- Gambar teknis MEP (mekanikal, elektrikal, dan plumbing)
- File PDF gambar teknis untuk keperluan dokumentasi dan pelaksanaan proyek
🔗 Konsultasikan proyek interior Anda sekarang di CJ Studio dan wujudkan ruang impian Anda!